Yuhu! Jadi Nominee Liebster Award 2020

Setelah kembali blogging, tahun ini saya lihat ada beberapa blogger yang saya follow atau baca yang membuat tulisan terkait dengan Liebster Award 2020. Jujur, saya juga kepingin!

Sampai akhirnya beberapa hari lalu, Mba Deny menominasikan saya dan beberapa blogger lainnya untuk Liebster Award 2020. Terima kasih Mba Deny! Selain itu, Crystal juga malah menominasikan siapa pun yang membaca tulisannya yang ini. Terima kasih, Crystal!

Sebelum bermain, yuk cek aturan Liebster Award 2020 berikut ini.

Di tulisan kali ini saya akan menjawab pertanyaan dari Mba Deny dan dari Crystal juga 🙂 Tulisan ini akan menjadi tulisan terpanjang saya di hanecdotes.com sejauh ini!

11 fakta random tentang diri saya

  1. Tak percaya cinta pada pandangan pertama, tapi percaya benci (oke, benci kesannya terlalu keras) perasaan tidak enak dan tidak cocok pada pandangan pertama.
  2. Waktu masih kecil sering disangka anak angkat karena cuma saya yang berambut keriting di antara saudara-saudara saya.
  3. Lagu mengingatkan saya tentang momen.
  4. Mudah tertidur ketika sedang naik mobil. Untungnya saya tidak bisa menyetir dan kalau saya paksakan, tujuannya cuma dua – kuburan atau rumah sakit.
  5. Selalu membandingkan film yang diadopsi dari buku dan bukunya sendiri, kadang sampai detil-detil ceritanya pun ingat dari buku dan kalau tidak sesuai, saya jadi bete sendiri hahaha.
  6. Baru bisa makan pedas dua tahun terakhir, dan yang pastinya saudara-saudara saya masih menganggap apa yang saya rasa pedas itu tetap tidak ada pedas-pedasnya.
  7. Suka memberikan dan diberikan kado yang pasti akan dipakai, bukan hanya karena lucu.
  8. Dua tahun lebih jadi vegetarian/vegan, kemudian selama setahun flexitarian dan sekarang hanya menyantap makanan dengan daging atau seafood dalam dua hidangan saja setiap minggunya.
  9. Paling tidak suka orang-orang yang bermuka dua dan caper.
  10. Hobi (saat ini) mempelajari tentang indoor plants dan home decor, kebanyakan nonton video di YouTube.
  11. Hanya takut setan ketika berada di Indonesia, tapi tidak di Eropa atau Australia.

Jawaban saya untuk pertanyaan Mba Deny

Apa yang tidak kamu sukai dari nge-blog?

Sejauh ini lebih banyak yang disukai dibandingkan dengan yang tidak disukai. Bercerita dan berbagi pengalaman memang hal yang saya minati sejak masih kecil. Meskipun saya tahu bahwa di blog sendiri bisa suka-suka, saya tetap merasa harus memilih bahasa yang saya gunakan untuk menjaga perasaan orang lain, dan selain itu saya juga harus memastikan bahwa saya hanya membagikan info yang terpercaya. 

Topik apa yang kamu suka saat nulis blog?

Pengalaman dan hasil observasi selama tinggal, belajar atau bekerja di luar negeri; cerita perjalanan serta tips terkait hal-hal yang sudah disebutkan sebelumnya. Kadang saya menulis opini saya juga di blog, namun frekuensinya belum sesering itu.

Menurut kamu, apa bedanya nge-blog 10 tahun lalu dengan sekarang?

Jujur, saya baru aktif nge-blog lagi. Terakhir blogging di zaman kuliah dan itu pun di Tumblr yang isinya kebanyakan re-posting dan posting foto yang menginspirasi saya. Dulu, saya terkadang suka menulis puisi juga di blog. Tapi karena malu, lama kelamaan saya hapus saja. Hehehe (ada yang punya pengalaman serupa?). Beberapa tulisan dari blog yang lama yang saya rasa relevan dengan blog saya sekarang saya transfer juga ke sini.

Mengingat perkembangan zaman, orang-orang sepertinya lebih suka menonton video atau mendengarkan podcast untuk memperoleh cerita dan informasi. Kedua kegiatan tersebut memang lebih mudah – konsentrasi yang dibutuhkan tidak sebanyak ketika harus membaca tulisan di blog yang kadang sangat panjang dengan kalimat yang juga tidak kalah panjang seperti yang sedang saya tuliskan ini 😀

Siapa blog yang suka kamu baca tulisannya?

Karena masih baru nge-blog lagi setelah sekian lama, sekarang ini saya masih berusaha untuk menemukan blog mana saja yang saya sukai. Sejauh ini, kalau saya follow biasanya sih  karena saya suka tulisannya dan ingin tahu kalau ada tulisan baru di blog tersebut.

Media sosial apa yang paling menarik yang kamu punya saat ini?

Instagram, YouTube dan WordPress. Kalau di instagram saya banyak mengikuti akun yang isinya postingan foto jalan-jalan dan tempat-tempat indah di dunia. Sedangkan kalau di YouTube, saya kebanyakan menonton video tentang home decor, indoor plants, stand-up comedy dan kucing/anjing 😀 Di kedua platform tersebut, biasanya saya hanya jadi penikmat. Beda dengan WordPress, di sini saya lebih banyak berbagi, baik isi kepala saya maupun pengalaman.

Apa arti media sosial untuk hidupmu?

Koneksi dan inspirasi. Lewat media sosial saya bisa menjaga hubungan dengan teman-teman, dan bahkan berkenalan dengan orang-orang baru. Selain itu, media sosial juga banyak memberikan saya gagasan bahkan pengetahuan baru, atau mengingatkan saya pada hobi yang dulunya pernah saya tekuni. 

Bagaimana kamu menetapkan batasan di media sosial?

Sebenarnya sudah lama saya sadar betapa pentingnya melindungi data kita di dunia maya. Untuk Instagram, Twitter dan Facebook, saya menggunakan nama asli pertama saja. Meskipun masih menggunakan foto asli di kedua akun pertama, namun wajah saya tidak terlalu jelas terlihat. Keduanya baru-baru ini juga dikunci agar tidak terlalu banyak yang bisa dilihat di dalamnya yang relevan dengan kehidupan saya sekarang. 

Di Facebook saya menggunakan foto wajah yang jelas. Alasan menggunakan foto yang jelas karena banyak anggota keluarga yang menjadi teman di sana. Akan tetapi, saya sudah lama sekali tidak posting apa-apa juga. Bahkan, ketika ada orang yang nge-tag saya di FB pun harus saya review terlebih dahulu untuk tahu informasi apa saja yang orang tersebut cantumkan.

Baru-baru ini saya juga mengganti nama blog juga… Saking mudahnya saya ditemukan, sebelumnya ada beberapa pembaca blog yang bukannya menghubungi saya di alamat surel yang sudah disediakan, malah menghubungi ke surel kantor. Saya rasa ini kurang pas, karena semua kan sudah ada tempat dan salurannya.

Pamer tentang hal apa yang paling tidak kamu sukai di media sosial? Apakah kamu dulu pernah melakukannya?

Uang, gaji, permasalahan dengan pacar, keluarga, teman dan tempat kerja. Saya sangat risih kalau ada orang yang pamer di FB tentang gajinya yang sekian. Begitu pun dengan orang yang suka pamer masalah. Penyelesaian masalah seharusnya terjadi di antara orang-orang yang berkaitan dengan masalah tersebut, tidak perlu diumbar ke dunia maya.

Sejauh ini sih belum pernah dan semoga tidak.

Pernahkah kamu di-bully di media sosial? Jika pernah (dan tidak keberatan), gimana ceritanya?

Sepertinya tidak pernah. Kalau pun pernah, sudah tidak ingat lagi. 

Tapi, mengingat beberapa teman suka cerita bahwa teman mereka mengambil screenshot foto orang lain dari media sosial kemudian memperbincangkan orang tersebut (misalnya gaya pakaian, cara berbahasa) di grup WA, ada kemungkinan saya pun mungkin mengalami hal yang sama tanpa sepengetahuan saya. Mendingan tidak tahu sih, jadi tidak menambah bahan pikiran.

Bagaimana kamu menilai dirimu saat ini? Apakah kamu merasa sudah matang secara sikap dan pemikiran? Apakah kamu merasa masih labil? Atau ada hal lainnya?

Menurut saya pertanyaan ini sangat sulit untuk dijawab, Mba Deny. Apalagi kadang manusia sangat mudah untuk menilai orang lain namun gagal untuk melihat ke dalam diri sendiri, saya pun tidak terkecuali. 

Dalam banyak aspek kehidupan, saya sudah merasa matang dalam berpikir maupun bersikap. Akan tetapi, ada saja saat-saat di mana saya ragu, overthinking dan labil. Terutama ketika harus dihadapkan dengan pilihan yang dampaknya cukup besar bagi hidup, biasanya sih saya pikirkan bolak-balik dulu sampai yakin. 

Masakan apa yang paling jago kamu buat dan yang selalu dipuji orang lain?

Bolu pisang, yang sangat mudah untuk dibuat namun selalu menyenangkan siapapun yang memakannya. Selain itu, makanan Indonesia terutama yang balado atau yang pakai kecap. Kalau pacar sih bilang semua masakanku enak hahahahaha.

Apa yang saat ini paling kamu banggakan dari dirimu sendiri?

Keberanian. Berani bukan dalam artian berani lompat dari lantai 50 atau berani bermain-main dengan lipan atau laba-laba, ya. Tapi, berani mencoba meskipun ada kemungkinan gagal, berani meninggalkan zona nyaman meskipun kadang susah dan berani bertanggung jawab dan mengakui kalau memang ada salah.

Ketegaran. Sejauh ini saya juga selalu bisa bangun dari masalah, atau tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab lainnya di tengah carut-marutnya hal-hal di kehidupan pribadi (ini misalnya ya).

Kemampuan untuk menyesuaikan diri. Kalau kata dari ibu seorang teman, ‘Mba Hanna itu kayaknya mau ditaruh (saya selalu membayangkan dijatuhkan dari helikopter) di mana saja, kayaknya bakalan hidup, ya!’ Saya aminkan saja.

Apa kabarmu selama Pandemi ini?

Syukurnya selama pandemi ini saya baik-baik saja. Waktu semuanya ditutup dan kita tidak disarankan untuk tidak bepergian, saya semakin menjadi homebody. Dari yang awalnya malas di rumah, jadi malas ke mana-mana. Sedihnya karena waktu lockdown jadi tidak bisa bertemu teman-teman. Tentu kondisi saya lebih baik lagi sekarang ini karena semuanya pelan-pelan kembali ke sedia kala meskipun harus pakai masker di toko-toko atau transportasi umum.

Jawaban saya untuk pertanyaan Crystal

Apakah kamu percaya zodiak? Kalau iya, kenapa? Kalau nggak, kenapa?

Iya, saya percaya zodiak 😀 awalnya tidak ada alasan spesifik. Dari masa remaja saya suka mengecek zodiak teman-teman dan orang-orang yang saya naksir. Nah, kalau dilihat-lihat memang banyak deskripsinya cocok, menurut saya. Makanya saya percaya.

Menurut kamu, nanya agama/orientasi seksual/status pernikahan ke orang lain itu wajar atau nggak?

Nope. Nein. No. Tidak.

Kecuali orang yang menanyakan dan ditanyakan sama-sama berada di suatu acara (misalnya konferensi) yang membahas tentang semua agama dan orientasi seksual yang ada, terus sebagai ice breaker MC-nya meminta untuk saling tanya ke kanan dan kiri, apa agama atau orientasi seksual orang tersebut. Itu pun pasti awkward!

Apakah kamu pernah viral di media sosial? Kalau pernah, ceritain dong! Kalau nggak pernah, apakah kamu pengen viral?

Tidak pernah viral. Kalau kepingin atau tidak, maunya viral hanya kalau punya penemuan penting atau punya teori berbasis ilmu pengetahuan atau hal-hal penting lainnya. Tapi sepertinya hampir tidak mungkin, deh!

Masih berkaitan dengan media sosial. Apakah kamu pernah detox media sosial sebelumnya? Kalau pernah, ceritain dong! Kalau nggak pernah, media sosial apa yang ingin kamu kurangi, dan kenapa?

Pernah. Selama setahun lebih saya tidak main semua platform media sosial, termasuk Instagram, Facebook, Twitter. Saat itu memang saya ingin “menjauh” dari keramaian dan rasanya dunia terlalu “bising” saking banyaknya informasi bertebaran di mana-mana. 

Apakah kekurangan terbesar kamu?

I am tempted to answer this question as suggested to be answered in a job interview 😂

Kekurangan terbesar saya itu public speaking, meskipun cuma di kelas atau di kantor yang orang-orangnya sudah saya kenal sekian lama. Banyak orang yang tak percaya sampai sekarang kalau ini merupakan kekurangan terbesar saya.

Semua orang punya ketergantungan masing-masing. What are you addicted to?

Nonton series di Netflix. Kalau sudah mulai, rasanya mau lagi, lagi dan lagi!

Menurut kamu, seperti apa wajah dunia di tahun 2050?

This is such a scary question to be asked, Crys.

2050 itu 30 tahun lagi. Kalau ada orang yang gaya hidupnya seperti 30 tahun yang lalu waktu saya baru lahir, bahkan sampai saya berumur 10 tahun pun, pasti akan dibilang kuno.

Sekarang semuanya jauh lebih maju dari 30 tahun sebelumnya, dan saya yakin kalau dilanjutkan terus, peradaban 30 tahun lagi tentunya akan semakin maju lagi. Tapi tak bisa dipungkiri, akibat kemajuan zaman pun tentu besar pada lingkungan karena kebanyakan dilakukan tanpa sistem yang berkelanjutan.

Saya tak mau sok-sokan jadi environmentalist, tapi melihat gaya hidup orang-orang zaman ini yang sepertinya susah diubah, it is so scary to think about what will happen 30 years from now.

Apa hal yang kamu ingin coba, tapi belum punya waktu (atau niat/nyali) untuk mencobanya?

Banyak. Diving. Jalan Camino de Santiago. Kembali ke Australia dan eksplor pantai timur, selatan serta mengunjungi Alice Spring dan melihat Uluru. Jalan-jalan di India. Hidup di pulau-pulau di timur Indonesia. Naik Gunung Kilimanjaro. Ingin ini ingin itu banyak sekali! Kalau ditulis semua, nanti malah nggak selesai-selesai ini tulisan hahaha.

Apakah kamu sudah puas dengan hidup kamu saat ini? Jika ya, sebutkan satu momen terbaik dalam hidupmu. Jika nggak, apa yang ingin kamu perbaiki dari hidupmu?

Dari banyak aspek hidup, saya cukup puas di mana saya berada sekarang. Salah satu momen terbaik dalam hidup saya adalah ketika saya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan saya dan jalan-jalan di Australia, kemudian kuliah di Norwegia dan akhirnya bekerja di Jerman. 

Banyak hal yang masih ingin saya perbaiki dalam diri saya, tapi saya tidak mau mengubah apa yang sudah terjadi sebelumnya karena seberapa buruk pun, hal-hal tersebut mengantarkan saya sampai di tempat sekarang ini.

Semua hal di dunia ini pasti berubah, tak terkecuali manusia. Perubahan apa yang kamu alami di hidupmu yang sangat signifikan hingga saat ini?

Banyak perubahan yang saya pilih untuk tidak disebutkan secara spesifik di sini. Namun, perubahan-perubahan tersebut membuat saya menjadi seseorang yang jauuuuuuuuuuh lebih terbuka dari sebelumnya. And, that’s what really matters 🙂

Cemilan manis atau cemilan asin. Mana yang kamu lebih suka?

Semuanya! Soalnya saya sangat suka makanan hahaha. Tapi kalau untuk martabak dan popcorn, saya sukanya yang manis.

Nominee Liebster Award 2020 

Ok, karena kalian sudah membaca beberapa fakta tentang saya dan pandangan saya, kini giliran saya untuk menominasikan Liebster Award 2020 untuk para blogger di bawah ini:

Bagi yang belum dinominasikan, bisa juga ikutan dengan mengikuti aturan yang disebutkan di awal dan menjawab pertanyaan dari saya di bawah ini, ya!

Pertanyaan random dari saya

  1. Pilihan terberat apa yang pernah kamu buat dalam hidup? Akhirnya bagaimana? Apakah pilihan yang kamu ambil berakhir manis atau tidak?
  2. Siapa orang yang paling kamu kagumi?
  3. Kalau dihadiahi uang seratus juta US Dollar, mau kamu apakan utangnya?
  4. Waktu masih kecil (sekitar SD), kamu mau jadi apa? Sekarang, apakah cita-citamu tersebut jadi kenyataan?
  5. Hari yang ideal bagi kamu seperti apa, sih?
  6. Menurut kamu, apakah anak-anak harus mengurus orang tuanya kalau orang tuanya sudah jompo?
  7. Apakah tidur merupakan aktivitas yang menyenangkan bagimu? Kalau iya, kenapa? Kalau tidak, kenapa?
  8. Kalau saat ini kamu bisa teleport dan berada di sana selama sebulan, kamu pilih tempat yang mana? Kenapa? 
  9. Kalau kamu bisa punya superpower, itu adalah….
  10. Apa arti kesetaraan menurutmu?
  11. Film apa yang wajib untuk ditonton menurutmu?

Wow! Akhirnya sampai juga kita di penghujung tulisan yang sangat panjang ini. Menurut saya Liebster Award 2020 ini sangatlah menarik. Saya jadi banyak berhenti sejenak dan berkontemplasi tentang apa yang sudah saya lewati dan bagaimana pandangan saya dalam dan tentang hidup. Again, terima kasih Mba Deny dan Crystal 🙂

Kalau ada pertanyaan atau komentar tentang tulisan ini, please let me know!

13 thoughts on “Yuhu! Jadi Nominee Liebster Award 2020

  1. Hahaha aku cekikikan baca fact nomer 1. Aku juga sering ngalamin ngerasain perasaan tidak enak dan tidak cocok pada pandangan pertama, sih 🤣 walaupun pernah jg ternyata perasaan saya salah dan kita malah jadi temen deket.

    Eh yaampun makasi banyak ya mba, ternyata blogku dimasukin ke dalam nominasi 🥺🥺🥺
    Akan ku sempatkan menjawab along with the previous liebster awards yg kudapet sebelumnya 😀

    Like

    1. Hahahaha. Aku sih sejauh ini belum seberuntung itu, Nad. Sering kutepis rasa tidak enak tersebut, tapi akhirnya aku yang kena batunya. Jadi, aku memilih untuk lebih mendengarkan perasaan.

      Aw, sama-sama, Nad. Nggak sabar untuk baca tulisanmu 🙂 🙂

      Like

    1. Aku nggak percaya atau nggak pernah merasa ada setan di Eropa sejauh ini Mba. Tahu kan kalau malam-malam jalan di tempat gelap dengan pohon besar di Indonesia, suka ada rasa merinding dan takut kuntilanak. Di sini mah nggak ada perasaan takut seperti itu 😅

      Iya Mba, sama-sama 🙃 Nggak sabar ingin baca tulisan Mba.

      Like

  2. Hanna, terima kasih banyak ya sudah ikutan. Jadi tahu lebih banyak dari fakta random kamu.Yang vegetarian, sama kita. Cuma sekarang aku pemakan segala haha.
    Aku mau ikutan jawab pertanyaan kamu ya. Ada yang menarik :

    Pilihan berat (bukan ter-) salah satunya saat memutuskan pindah ke Belanda. Artinya harus memulai semua dari nol dan meninggalkan semua yang sudah dibangun di Indonesia yang sudah tertata dengan baik. Sampai saat ini merasa pilihan yang sudah diambil banyak sisi baiknya. Bersyukur memutuskan pindah ke Belanda, membangun keluarga.

    Like

    1. Iya Mba Deny aku juga maunya jadi pemakan segala 🙂 tapi aku merasa bersalah entah kenapa. Sebenarnya rasa bersalah ini jugalah yang membuat aku memutuskan untuk jadi vegetarian in the first place.

      Terima kasih sudah sharing jawabannya Mba 🙂 aku mengerti sih karena aku pun mirip-mirip begitu dan untungnya banyak sisi positifnya ya Mba meskipun awalnya berat.

      Like

    1. Hahaha santai saja Dita 🙂 memang harapannya dikerjakan di waktu luang. Mohon maap nih, namanya juga aku kepo pengen tahu pendapat orang-orang tentang hal-hal yang menurutku menarik hehehe

      Like

Leave a Reply to ExParisienne Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.