Uniknya Jerman: Denda Buang Sampah Sembarangan

Terakhir pulang ke Indonesia, saya sempat naik mobil dari Medan ke Sibolga bersama saudara (baca: relatives kalau di Bahasa Inggris). Baru sejam bersama, saya sudah naik pitam. Bagaimana tidak? Dia pas baru masuk mobil, makan permen, lalu bungkus permennya main dibuang aja gitu ke jalan lewat jendela.

Di rumah orang tua saya juga tak kalah mengesalkan ketika ada acara. Orang-orang yang bertamu dikasih minum air mineral kemasan yang kemasannya terbuat dari plastik. Belum selesai sampai di situ, saya juga geram melihat sedotan yang banyaknya melebihi jumlah minuman dalam satu kardus. Lalu habis minum, gelas plastiknya dilemparkan ke parit-parit di depan rumah. Ditambah lagi dengan bapak-bapak yang merokok dan yang asal membuang puntung rokoknya di jalanan. Ujung-ujungnya saya yang harus membersihkan. Sigh

Kalau saya kasih tahu sebaiknya membuang mantan sampah pada tempatnya, jelas saya akan dibilang sotoy alia sok tahu. Apalagi kalau nasehatin orang yang lebih tua. Bisa-bisa saya dicap suka menggurui. Malas ah! Padahal dulu juga pas masih sekolah kan guru mengajarkan kita untuk membuang sampah pada tempatnya. Malahan selalu jadi slogan juga di mana-mana. Zzzz!

Memang sih kadang ketersediaan tempat sampah di Indonesia masih kurang. Tapi seharusnya ini nggak jadi alasan untuk buang sampah sembarangan. Kalau memang tidak ada tempat pembuangan sampah di sekitar kita, saya ingat dulu diajarkan untuk mengantongi sampahnya sampai menemukan tempat sampah atau dibawa pulang lalu dibuang di tempat sampah di rumah.

Saya nggak bilang bahwa kota-kota di Jerman ini semuanya bersih dan nggak ada sampah yang terlihat mata sama sekali loh ya! Ada. Kadang-kadang masih ada sampah yang kelihatan di jalanan kota-kota besar di Jerman. Tapi jumlahnya menurut saya masih jauuuuuuh lebih sedikit kalau dibandingkan dengan parit di depan rumah orang tua saya. Duh! 

Sejauh ini, saya juga belum pernah lihat teman-teman dan kolega-kolega saya di Jerman buang sampah sembarangan. Lihat orang-orang di jalanan buang sampah sembarangan pun rasanya tak pernah. Memang di Jerman sini ada banyak sekali tempat sampah. Nggak pernah ngitungin sih. Tapi kayaknya ada at least tiap 200 meter kalau di Hamburg sendiri… Jadi nggak ada alasan untuk buang sampah sembarangan.

Stay clean, my Hamburg! Image by 901263 from Pixabay

Nah, beda ceritanya sama puntung rokok. Di sini mah juga banyak yang buang cigarette butt seenak pantatnya.

Saya jadi ingat kejadian sekitar musim gugur tahun 2018. Sehabis makan siang, saya dan seorang teman kantor (di Jerman tidak semua orang di tempat kerja adalah teman) duduk-duduk sambil ngobrol di Jungfernstieg, sambil memandang indahnya Binnenalster, danau buatan yang terletak persis di seberang kantor. Hari itu memang sedang cerah.

Di sana terlihat beberapa tempat sampah berwarna merah berjejer. Tidak terlalu jauh satu sama lain, dan tidak terlalu jauh juga dari tempat kita duduk. Karena kita sedang asyik bercerita, teman saya ini meletakkan puntung rokoknya di samping kaki kanannya. Dia bermaksud untuk membuang puntung rokok ini nanti, di jalan pulang ke kantor.

Tak disangka, tak dinyana, datanglah seorang bapak dengan menunjukkan ID-nya dan meminta teman saya ini untuk menunjukkan ID-nya juga. Kemudian si bapak terlihat berbincang dengan teman saya sembari mencatat beberapa detail (yang saya tak mengerti) dan menunjuk-nunjuk ke arah puntung rokok tersebut.

Sambil berjalan kembali ke kantor, teman saya ini menjelaskan bahwa dia baru kena denda karena meletakkan puntung rokoknya di lantai. Si petugas tidak menggubris alasan yang dilontarkan teman saya. Kata si bapak, meski ada niatan, tidak tertutup kemungkinan bahkan teman saya akan lupa membawa sampahnya. Well, ada benarnya sih

Berdasarkan info dari petugas tersebut, teman saya akan dikenakan denda yang jumlah pastinya hanya akan ketahuan dari surat yang akan dikirimkan ke alamat orang yang bersangkutan. Beberapa hari kemudian, si teman mengabarkan bahwa dia dikenakan denda sebanyak 35 Euro atau sekitar 550 ribu Rupiah. Lumayan juga ya! 

Dan ternyata, oh ternyata, denda ini berlaku nggak hanya untuk buang puntung rokok sembarangan loh. Beberapa artikel menyebutkan bahwa kalau buang sampah kecil seperti bungkus permen di Hamburg, bisa dikenakan denda sekitar 35 sampai 100 Euro. Berarti sekitar 550 ribu sampai 1,6 juta Rupiah. Ouch

Beda negara bagian, beda pula aturannya. Di Baden-Württemberg misalnya, buang sampah kecil sembarangan bahkan bisa dikenakan denda sampai 250 Euro alias hampir 4 juta Rupiah. O mann! Kalau dipikir-pikir, mending uangnya buat beli apaaa, gitu kan?!

Denda ini sendiri diharapkan untuk menimbulkan efek jera bagi orang yang suka buang sampah sembarangan di Jerman. Lalu, bagaimana menurut kalian, cocok nggak kalau di Indonesia juga ada denda untuk orang yang buang sampah sembarangan?

10 thoughts on “Uniknya Jerman: Denda Buang Sampah Sembarangan

  1. Perlu ada integritas dari polisi dan dari yang didenda. Aku sih masih skeptis, bisa jadi yang didenda ngasih “uang rokok” ke polisi biar ga didenda mahal2 amat.

    Like

  2. Ya ampun dendanya besar banget ya sampe jutaan begitu, Mbak.
    Betul juga uangnya mending dipakai beli apa gitu daripada untuk bayar denda…

    Salam dari saya di Sukabumi.

    Like

    1. Iya, di Jerman sendiri jumlah denda tersebut nggak bias dibilang kecil juga. Tapi ya memang benar menimbulkan efek jera. Saya jadi lebih hati-hati juga, takut juga kadang kalau-kalau kertas kecil macam bon belanjaan nggak sengaja jatuh dari kantong 😀

      Salam dari saya di Hamburg, Pak Asa.

      Liked by 1 person

      1. Betul Mbak, efek jera. Ini yang tidak ada di negara kita. Walaupun ada disini ada denda, misal untuk pelanggaran lalu-lintas, tetap bisa bermain “dibawah meja”.

        Sukses selalu di Hamburg, Mbak.

        Salam,

        Like

      2. Iya Pak, seperti yang saya sebutkan di atas, memang kunci dari banyak permasalahan di tanah air adalah revolusi mental, Pak. Sukses selalu juga, Pak.

        Liked by 1 person

  3. Seandainya bisa ya ada polisi sampah di Indonesia, at least Jakarta dulu lah gitu, cucok deh pasti. Waktu saya ke Munich memang kinclong banget. Jalanan bersih, pedestrian juga bersih. Cuma pas di terminal bus, baru deh dekil apalagi banyak banget yg buang puntung rokok, mungkin karena banyak pendatang dan posisi terminalnya agak ujung gitu kalik yaa

    Like

    1. Bagus sih ya kalau sampai ada sistem yang sama juga di Indonesia 🙂 penasaran jadinya kayak apa kalau sampai ada sistem yang sama di tanah air.

      Iya nih puntung rokok sepertinya masalah di kota-kota besar di Jerman. Kalau di pedesaan Lebih asri 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.