Cari Apartemen di Jerman via Situs Real Estate

Setelah satu setengah tahun saya tinggal bersama dengan orang lain di Hamburg, akhirnya sejak Desember 2019 lalu, saya mulai tinggal sendiri, di apartemen yang saya sewa sendiri. Kalau dihitung-hitung, sebelas tahun lamanya saya berbagi tempat tinggal dengan orang(-orang) yang bukan keluarga.

Mungkin karena usia. Saya semakin sensitif dan butuh banyak personal space. Terutama di hari kerja, pada saat pulang kantor. Yang saya inginkan hanya makan malam sederhana (sayangnya nggak ada bufet Minang di Hamburg), menonton atau membaca buku, main hp (kadang sekedar texting atau telepon), cuci muka, sikat gigi lalu tidur ditambah dengan banyak ketenangan serta waktu untuk diri sendiri.

Cari apartemen di Hamburg (and I believe it is also the case in other big cities in Germany) sulit. Pake banget. Apalagi untuk perempuan non-Jerman, yang tidak bisa berbicara Bahasa Jerman, dan maunya tinggal sendiri (bukan dengan pacar, teman atau keluarga). 

Untungnya banyak sekali orang-orang baik di sekitar saya, mulai dari rekan-rekan kerja dan teman-teman yang tidak hanya memberi dukungan dan saran, tapi juga sampai menemani dan menerjemahkan ketika pergi mengunjungi apartemen-apartemen yang saya minati.

Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

Salah satu rekan kerja saya menyarankan saya untuk membuat alamat email khusus untuk mencari apartemen. Tujuannya adalah supaya nggak nyampur dengan email pribadi. 

Awalnya, saya menggunakan email pribadi untuk mencari apartemen. Alhasil, komunikasi atau iklan terkait apartemen sering terkubur di antara email lainnya, dan jarang terbaca. Dari pengalaman, dengan adanya akun tersendiri untuk mencari apartemen, saya jadi lebih bisa memonitor urusan pencarian apartemen.

Selanjutnya, saya juga disarankan mengecek situs pencarian real estate (seperti ImmobilienScout24, Immonet, dan Immowelt). Sudah sangat biasa di Jerman mencari apartemen lewat situs-situs tersebut.

Setelah memasukkan nama kota dan/atau bagian kota, jenis tempat tinggal, harga, luas dan jumlah kamar yang diminati, saya diminta disarankan untuk mengaktifkan fitur push notification di situs real estate tersebut. Kenapa sih fitur notifikasi ini penting?

Jadi gini. Kan, nyari apartemen di Hamburg itu susah. Yang minat banyak. 

Saya pernah mengalami yang namanya menjadi salah satu di antara lebih dari 70 orang lainnya yang berminat untuk tinggal di satu apartemen. 70 orang yang sama-sama tertarik pada satu apartemen pada waktu yang bersamaan. Kesempatan saya jelas sangat kecil.

Untungnya, ada beberapa pemilik atau manajer apartemen yang tidak terlalu suka untuk berurusan dengan banyak orang sekaligus. Mereka lebih memilih untuk memasang iklan untuk waktu yang terbatas, katakanlah setengah jam dan mereka hanya akan memilih dari orang yang mendaftar selama periode tersebut. Kadang-kadang, mereka ini bahkan tidak mencantumkan gambar apartemennya untuk melihat siapa yang benar-benar tertarik. Jadi jangan langsung diabaikan kalau beberapa iklan tidak memiliki gambar.

Dengan push notification ini, peminat akan diberitahu via email (atau Facebook Messenger) ketika ada apartemen yang sesuai dengan kriteria. Nah, begitu ada notif, langsung saja dicek cek iklan-iklan yang ada untuk melihat ada nggak yang kira-kira cocok, kemudian jangan tunggu lama-lama (nanti lama-lama kamu diambil orang – untuk yang ngerti aja hehe), kirimlah email atau pesan ke yang membuat iklan bahwa kita berminat. 

Untuk menghemat waktu, dulu saya menyiapkan template pesan (dalam Bahasa Jerman) yang akan saya kirimkan. Jadi pas mau ngirim, tinggal copy paste saja lalu edit seperlunya. 

Isinya pesannya kurang lebih nama, pernyataan bahwa saya sangat berminat untuk apartemen di daerah atau jalan XYZ yang saya lihat melalui website ABC, status pekerjaan (tetap atau tidak tetap, penuh waktu atau paruh waktu), jenis pekerjaan, berapa orang yang akan menempati apartemennya, serta nomor hp atau email yang bisa dihubungi. Setelah itu, tinggal tunggu telepon atau email yang mengundang untuk melihat apartemennya deh.

6 thoughts on “Cari Apartemen di Jerman via Situs Real Estate

  1. Salam kenal Hanna! Makasih udah follow aku, aku udah follow balik 🙂

    Cari2 rumah di Belanda dulu juga susah banget. Selain itu kadang masih pada rasis. Huftttt.

    Like

    1. Hallo Crystal! Salam kenal ya. Terima kasih sudah follow balik 🙂

      Di Jerman memang luar biasa susahnya. Kalau aku di Hamburg sendiri sih jarang nemuin yang rasis-rasis secara langsung. Cuman memang sering denger kalau orang-orang maunya tinggal sama orang yang bisa Bahasa Jerman. Katanya supaya lebih mudah gitu…

      Like

      1. Disini tanggung2 sih semuanya. Yang pengen sama sesama orang Belanda tu biasanya pelajar tingkat S1. Tapi banyak sekali iklan kayak gini di Facebook.

        Like

      2. Oh ya? Ga nyangka bahkan kalau di Belanda juga masih ada yang gitu. Padahal kan terkenal orang-orang di Belanda Bahasa Inggris-nya oke oke.

        Like

    1. Salam kenal dan makasih ya sudah follow balik :). Iyaaa berasa banget apalagi orang-orang yang jam kerjanya panjang kaya aku. Nggak sanggup rasanya tinggal di kosan lagi.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.