Kok Bisa Magang di Jerman?

Biasanya orang agak bingung, kok bisa-bisanya saya nyasar ke sampai akhirnya tinggal di Hamburg, Jerman. “How come you work in Hamburg?” atau “Why Hamburg?” bukan hanya sekali dua kali ditanyakan pada saya. 

Hamburger Rathaus (Summer 2018)

Jawaban saya sih biasanya, “Well, it’s a long story… In short, I got a job offer here and I took it.” Namun memang kalau ada waktu berbincang panjang lebar, ya saya jelaskan saja versi lengkap ceritanya.

Sehabis resign dari pekerjaan pertama saya, saya memang menghabiskan hampir setengah tahun di down under, sebelum akhirnya kuliah di Norwegia selama setahun dan pindah ke Jerman setelahnya untuk internship

Waktu saya pindah ke Jerman, status saya masih mahasiswa di Universitas Oslo. Semester akhir… Karena di semester itu saya hanya perlu menulis tesis, saya pikir kenapa nggak sekalian internship atau kerja? Lumayan untuk nambah pengalaman. 

Pindah ke Jerman memang antara hoki dan kepingin. Awalnya saya mencari-cari peluang kerja di Oslo. Lamaran saya kirimkan ke mana-mana, mulai dari perusahaan asuransi maritim sampai restoran siap saji. Akhirnya dapat kerjaan sih di Oslo, tapi sudah keterima duluan di Hamburg dengan posisi pekerjaan yang jauh lebih baik.

Sempat galau juga sih memang jadi mau berangkat ke Hamburg atau tidak waktu itu. Pertama karena emang cinta mati sama Oslo. Bahkan sampai sekarang pun masih suka kangen (halah!). Kedua, karena masalah visa dan mencari tempat tinggal yang sangat susah di Hamburg (kapan-kapan diceritakan ya bagian yang ini) meski akhirnya semua ada jalan keluarnya dan voila, sekarang saya sudah satu setengah tahun lebih bekerja di Hamburg, dan masih di perusahaan yang sama.

Bagi yang berminat untuk bisa magang di Jerman atau bahkan negara-negara lainnya mungkin bisa mulai cari-cari info dari sekarang. Kalau nggak ada ide mulai dari mana, mungkin harus selalu ingat bahwa internet (well, specifically google) is our friend. Anyways, ini bukan tulisan berbayar ya…

It is really easy to find information nowadays. Jauhlah dibandingkan dengan zaman ibu bapak dan nenek moyang dulu. Banyak banget peluang yang bisa kita temukan di internet, mulai dari magang sebagai sukarelawan sampai yang dibayar seperti pegawai. Termasuk bagaimana akhirnya saya bisa sampai magang di Jerman. Thanks, Google! 

Saya beneran hanya googling tipe pekerjaan dan lokasinya saja waktu itu. Segampang itu!

Dari sana, akan banyak sekali nama perusahaan yang keluar. Lalu, mulai deh klik-klik di website perusahaan yang kira-kira menarik perhatian.

Ini pasti sudah banyak yang tahu. Tapi buat yang belum, biasanya kalau kita klik “About” di menu website, biasanya ada opsi “Job”. Atau di bagian akhir website, kadang-kadang kita bisa langsung menemukan “Job” atau “Career” pada bagian akhir website.

Akan tetapi, menurut saya, menanyakan kepada mbah Google merupakan jalan terakhir ketika ketika mencari kesempatan magang atau kerja secara online. Sekarang ini banyak sekali website atau search engine yang sudah menyediakan banyak lowongan pekerjaan sekaligus, misalnya LinkedIn, Glassdoor, Indeed, Stepstone. Biasanya kita hanya tinggal memasukkan lokasi, skill, jabatan yang diinginkan, dan satu detik kemudian kita sudah bisa melihat lowongan-lowongan yang ada. Kalau sudah menemukan kesempatan kerja yang kira-kira menarik, langsung layangkan lamaran yang bisa dilakukan di website yang sama. Setelah itu, tinggal cari lagi lowongan lain sambil menunggu kali aja ada yang memanggil kita untuk interview.

Selain itu, kita juga bisa mencari kesempatan magang dari organisasi-organisasi internasional yang menawarkan program magang atau kerja di luar negeri. Contohnya AIESEC, organisasi internasional yang dikelola oleh anak-anak muda dan merupakan institusi non-politik dan nirlaba yang memberi anak-anak muda kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, magang dan pertukaran pelajar di berbagai negara dengan tujuan untuk berbagi pengalaman globalis. Nah, di kampus S1 dan S2 saya dulu, AIESEC selalu menjadi salah satu organisasi mahasiswa yang besar dan terkenal dan saya aktif dalam beberapa kegiatan atau kepengurusan. 

Pertama kalinya saya pergi ke luar negeri adalah di akhir tahun 2010. Waktu itu saya bisa pergi ke Denizli, Turki melalui program global exchange-nya AIESEC. Di Turki saya mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak sekolah (yang kalau disetarakan dengan sistem sekolah Indonesia, kelas 6 SD) dan juga membantu orang-orang dewasa mempraktikkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Selain itu, saya dan beberapa mahasiswa lainnya dari Indonesia juga memberikan presentasi tentang Indonesia.

Ada tiga pilihan magang di AIESEC, Global Volunteer, Global Talent dan Global Entrepreneur. Monggo dicek langsung website-nya kalau ingin tahu lebih lanjut. Atau, kalau masih mahasiswa, mungkin bisa mengunjungi kantor AIESEC di kampus atau kota terdekat kalau ada. Lebih enak kalau bisa ngobrol langsung dengan pengurus organisasinya.

Saya sih yakin ada banyak organisasi internasional lainnya yang menawarkan program magang. Coba di-Google saja yaaaa…

Bagi yang sedang mencari kesempatan magang atau kerja di luar negeri, semoga sukses ya!

6 thoughts on “Kok Bisa Magang di Jerman?

  1. Congrats for your new job and for moving to Germany! 🙂 I’m curious about the work visa though. Apakah kalau di EU untuk apply pekerjaan, selama punya visa Schengen bisa daftar untuk negara manapun? I assume you’re still on your student visa at that time or are you a PR already?

    Like

    1. Thank you, Bila 🙂

      When I was in Norway, I had a temporary residence permit (inclusive of study permit). Before I moved to Germany, I had to apply for a German national visa. Now I live in Germany with a temporary residence permit and a work permit.

      Although a Schengen visa could be issued for business trip, it could not be used to apply for a job or work in the Schengen area. There is also no such thing as a Schengen work visa hehe.

      Itu jawaban singkatnya. I think it would be wiser to have a designated post about this, karena memang agak panjang dan rumit 😀 terima kasih ya Bila untuk ide tulisan berikutnya hehehe.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.